Showing posts with label Pembelajaran Tatap Muka. Show all posts
Showing posts with label Pembelajaran Tatap Muka. Show all posts
Ini Persyaratan dari Pemerintah!: langkah dan Prosedur COVID-19 Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Ini Persyaratan dari Pemerintah!: langkah dan Prosedur COVID-19 Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah


Pembelajaran tatap muka (PTM) akan mulai dibuka pada Juli 2021 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim.

Namun untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, para pengajar dan peserta didik harus sudah melakukan vaksinasi Covid-19. Dengan begitu, aktivitas pembelajaran dapat berjalan lebih maksimal.

Akan tetapi, pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan oleh sekolah di seluruh Indonesia harus dilakukan dengan sistem rotasi, yaitu 50 persen siswa yang masuk dan sisanya belajar melalui online.

Selain itu, dalam melaksanakan belajar tatap muka juga harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat meskipun pengajar dan peserta didik sudah di vaksin.


Berikut langkah-langkah dan prosedur pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan (Sekolah) yang ditetapkan pemerintah dan masih berdasarkan SKB 4 Menteri tahun 2020 adalah :

1. Tersedia sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih yang layak, 

2. Tersedia sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer

3. Tersedia Disinfektan

4. Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan

5. Kesiapan menerapkan wajib masker

6. Memiliki thermogun

7. Memiliki pemetaan warga satuan pendidika

8. Memiliki comorbid yang terkontrol

9. Memiliki akses transportasi yang aman

10. Memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri

11. Mendapatkan persetujuan komite sekolah/perwakilan orang tua/wali

12. Jaga jarak minimal 1,5 meter

13. Kapasitas maksimal sekitar 50% dari rata-rata kelas. Untuk PAUD 5 orang (dari standar 15 peserta didik), SD-SMP 18 orang (dari standar 36 peserta didik), Sekolah Luar Biasa 5 orang (dari standar 8 peserta didik)

14. Melakukan sistem bergiliran

15. Menggunakan masker kain 3 lapis atau masker sekali pakai/masker bedah

16. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau gunakan hand sanitizer

17. Menjaga jarak 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik

18. Menerapkan etika batuk/bersin

19. Kondisi medis warga satuan pendidikan harus sehat dan jika mengidap comorbid, harus dalam kondisi terkontrol

20. Tidak memiliki gejala Covid-19, termasuk pada orang yang serumah dengan warga sekolah

21. Kantin sekolah diperbolehkan beroperasi dengan protokol kesehatan untuk daerah yang menerapkan aturan kenormalan baru, sedangkan untuk masa transisi tidak diperbolehkan

22. Kegiatan olahraga pada daerah yang dalam masa transisi tidak diperbolehkan, sedangkan pada daerah yang menghadapi kenormalan baru diperbolehkan kecuali kegiatan yang menggunakan peralatan bersama dan tidak memungkinkan menerapkan jaga jarak

23. Untuk daerah pada masa transisi, tidak diperbolehkan melakukan kegiatan lain selain belajar mengajar, contohnya orang tua menunggu siswa di sekolah, istirahat di luar kelas, pertemuan orangtua murid, dan lainnya.

 

Syarat melaksanakan pembelajaran tatap muka


Untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka, Pemerintah menerapkan beberapa persyaratan untuk institusi pendidikan dan juga peserta didik. Berikut di antaranya:

1. Pengajar dan peserta didik melakukan vaksinasi

Guna meminimalisir penyebaran virus Covid-19, Pemerintah menerapkan aktivitas belajar mengajar dilakukan secara daring atau online. Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan oleh seluruh institusi pendidikan sejak pertengahan tahun 2020.

Sayangnya, dalam prosesnya terdapat banyak hambatan yang membuat kegiatan pembelajaran online tidak berjalan dengan maksimal, salah satunya tidak memiliki cukup uang untuk membeli laptop maupun kuota internet.

Namun, kini masyarakat dapat lebih bernafas lega karena Pemerintah mengumumkan akan mengizinkan sekolah melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan tatap muka tapi dengan syarat seluruh staf pengajar dan siswa harus melakukan vaksinasi.

Vaksin sudah mulai berjalan sejak pertengahan bulan Februari dan diharapkan pada Juni 2021 seluruh tenaga pendidik dan siswa sudah mendapatkan vaksin sehingga pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan pada Juli 2021.

2. Menerapkan protokol kesehatan

Meski pengajar dan peserta didik sudah di vaksinasi, namun dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan 5M dan bukan lagi 3M.

Gerakan 5M Covid-19 merupakan pelengkap dari aksi 3M, yaitu:

  • Memakai masker,
  • Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir,
  • Menjaga jarak,
  • Menjauhi kerumunan,
  • Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Selain itu, Pemerintah juga diharuskan untuk melaksanakan akasi 3T (testing, tracingtreatment) yakni dengan melakukan pengujian, pelacakan dan tindakan pengobatan kepada masyarakat yang terpapar virus Covid-19.

3. Melaksanakan sistem rotasi

Pemerintah juga mengharuskan institusi pendidikan untuk melakukan sistem rotasi dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka yaitu dengan membagi 50 persen siswa yang belajar di sekolah dan 50 persennya lagi belajar di rumah secara online.

Sistem rotasi tersebut dapat dilakukan oleh pihak sekolah setiap satu minggu sekali. Jadi, setiap siswa berkesempatan untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar di sekolah.

Tetap tujuannya yaitu untuk menekan penyebaran virus Covid-19 dengan melaksanakan aksi menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

 4. Mendapatkan izin dari Satgas (Satuan Tugas)

Tak hanya vaksinasi dan menerapkan aksi 5M, sekolah yang ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka juga harus mendapatkan izin dari Satuan Tugas Covid-19 yaitu berdasarkan dengan persetujuan orangtua dan murid.

Pihak satuan pendidikan akan diminta untuk memberikan formulir pernyataan kesehatan dan kesediaan melaksanakan PTM dari tenaga didik, siswa dan orangtua siswa.

Selain itu aktivitas belajar mengajar juga harus dilakukan perubahan, seperti jam pelajaran yang dikurangi, melaksanakan sistem rotasi, orangtua akan diminta untuk mengantar-jemput anaknya ke sekolah serta membawa bekal makanan dan minuman dari rumah.

Jika proses tersebut sudah disepakati, pembelajaran tatap muka baru dapat dilaksanakan oleh satuan pendidikan.

5. Menerapkan SKB (Surat Keputusan Bersama)

Dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka, Nadiem Makarim juga mengharuskan sekolah untuk menerapkan SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 Menteri Tentang Sekolah Tatap Muka 2021.

SKB 4 menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Pada SKB tersebut terdapat tiga poin penting yaitu mendapat persetujuan dari pemerintah daerah, pihak sekolah dan komite sekolah yang merupakan perwakilan dari orangtua murid.

Jika komite sekolah tidak menyetujui PTM, maka sekolah tidak diperkenankan untuk dibuka. Meski sekolah sudah dibuka, tapi pihak sekolah tidak bisa memaksa anak untuk pergi ke sekolah.

Selama melaksanakan kegiatan di sekolah, siswa wajib menggunakan masker, mencuci tangan hingga menjauhi kerumunan.

Oleh karena itu, kegiatan ekstrakurikuler harus ditiadakan dan kantin sekolah juga wajib ditutup. Siswa juga diharuskan untuk segera pulang ke rumah jika sudah selesai belajar.

Hal yang harus dilakukan sekolah


Dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka, kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan keluarga adalah prioritas utama.

Selain itu, tumbuh kembang murid dan psikososial juga turut menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, ada beberapa poin yang harus dilaksanakan sekolah untuk menjalankan PTM pada Juli 2021 mendatang. Yaitu:

  • Menyediakan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet yang terjaga kebersihan dan layak, tersedia tempat mencuci tangan lengkap dengan sabun di air mengalir, hand sanitizer dan rutin menyemprotkan disinfektan.
  • Dapat mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Kesiapan menerapkan wajib masker.
  • Memiliki thermogun.
  • Memastikan seluruh tenaga didik dan peserta didik menggunakan transportasi yang aman.
  • Pihak sekolah harus mengetahui riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 atau riwayat kontak dengan orang yang terpapar Covid-19 dari siswa dan pengajar.
  • Mendapat persetujuan dari komite sekolah atau perwakilan orangtua atau wali.

 Setiap satuan pendidikan yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka diwajibkan untuk menerapkan poin-poin tersebut untuk memastikan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan nyaman.