✔ 5 Keistimewaan Wanita Yang Berprofesi Guru, Segala Hal Dia Bisa!

✔ 5 Keistimewaan Wanita Yang Berprofesi Guru, Segala Hal Dia Bisa!

 


Jika ditelusuri kebanyakan yang berprofesi guru adalah kaum perempuan, terutama dijenjang sekolah PAUD, SD bahkan SMP. Sosok wanita lebih memiliki daya tarik terhadap siswa dalam mengajar, maka tidak salah jika wanita lebih memiliki keistimewaan berprofesi sebagai guru.


Kelebihan dan keistimewaan yang ada pada wanita yang mengemban tugas menjadi guru Hingga hari ini, rasanya masih ada banyak orang yang memandang sebelah mata profesi yang satu ini. Ya,profesi guru, di mana mungkin ada banyak anggapan jika profesi tersebut tidaklah sekeren profesi atau pekerjaan di bidang lain.

Dibalik itu semua nyatanya seorang guru punya kelebihan dan keistimewaan yang menjadi nilai tambah bagi dirinya. Bisa jadi kelebihan dan keistimewaan itulah yang menjadikan seorang pribadi yang berbeda. Dan, berbahagialah kamu yang jika saat ini punya istri atau calon istri seorang guru. Sebab, bersama mereka kamu akan mendapat keuntungan-keuntungan ini.

 

Berikut 5 keistimewaan wanita yang berprofesi guru : 


Soal tanggung jawab mendidik anak jadi hal yang tak perlu diragukan lagi. Dia bisa jadi teman terbaikmu dalam hal yang satu ini

Mendidik anak-anak seperti sudah jadi kewajiban yang dimilikinya. Berangkat dari hal itulah kemudian kamu harus bersyukur, sebab soal tanggung jawab mendidik anak-anakmu tak perlu lagi dikhawatirkan. Kamu dan dia bisa sama-sama berjuang melakukan itu. Nilai lebihnya adalah dia bisa jadi teman terbaikmu untuk urusan yang satu itu, sebab anak muridnya saja dididik dan dibimbing dengan baik, apalagi anak kalian sendiri. Dia akan jadi ibu yang baik untuk buah cintamu bersamanya..

Perkembangan dunia pendidikan yang kian pesat pun rasanya jadi salah satu hal yang sudah dia kuasai. Untuk itu, dia pasti tahu cara efektif mengajari anakmu.

Dewasa ini perkembangan dunia pendidikan kian pesat, banyak hal yang dengan cepat berganti-ganti. Hal itu pun jelas membawa perubahan yang berarti dalam perkembangan belajar untuk anak-anak. Tapi, itu akan bisa dikuasai olehnya untuk tetap membuat unggul anakmu dalam belajar. Sebab, dia pasti sudah tahu betul atau sudah menguasai berbagai perubahan yang ada. Untuk itu, dia pasti tahu cara apa yang efektif untuk mengajarkan anakmu.

 Urusan waktu untuk mengurus keluarga juga pasti dimilikinya. Kamu tidak lagi perlu khawatir, sebab dia punya banyak waktu untuk itu!

Kalau kamu begitu menginginkan memiliki istri yang punya banyak waktu untuk mengurus keluarga, maka dia yang berprofesi sebagai guru adalah jawabannya. Hal itu bisa terjadi karena jam kerja yang dimilikinya tidak sama dengan para pekerja lain. Bukan tak mungkin jika sore hari dia sudah ada di rumah untuk bermain bersama anak-anak dan menunggu kamu pulang bekerja.
Selain itu, jadwal libur yang dia punya pun hampir sama dengan anak-anakmu nanti. Jelas dong nantinya waktu liburan anakmu akan begitu bermanfaat saat bisa dihabiskan bersama ibu tercinta. Anakmu tak akan merasa sedih karena harus menikmati liburan sendirian.

Kelebihan dia dalam berkomunikasi juga akan membuat kamu punya teman bercerita yang baik.

Secara dia adalah seorang pendidik yang diharuskan menjalin komunikasi dengan baik bersama murid dan juga orangtuanya, jelas dia pasti sudah memiliki cara berkomunikasi yang baik. Itu pun akan menjadi keuntungan buat kamu. Alasannya jelas, dengan begitu kamu akan punya teman bercerita yang baik. Kamu dan dia akan punya kualitas komunikasi yang baik, selama kalian bisa bersama-sama membangunnya. Dia pun tidak akan segan untuk mendengarkan semua ceritamu dan memberikan balasan yang baik. Itu akan sangat menyenangkan!

Bukan tidak mungkin kamu juga bisa menjadi orang yang lebih positif, karena dia selalu punya banyak cara untuk terus berpikir positif
Hubungan yang baik adalah hubungan yang mampu memberikan banyak perubahan baik bagi keduanya, tidak hanya salah satu. Kamu pun kan mendapat hal baik dari dia. Yap! Bukan tidak mungkin kelak kamu akan bisa menjadi orang yang lebih positif, sebab sebagai seorang guru dia akan selalu punya banyak cara untuk berpikir positif dan melakukan berbagai hal yang juga positif. Kamu dan dia pun akan bisa jadi pasangan yang begitu diidamkan.

 
Jadi, rasanya mulai sekarang jangan lagi hanya sebatas memandang sebelah mata pekerjaan mereka. Sebab, ada banyak hal yang menjadi kelebihan di dalam dirinya.

Bersyukurlah kamu jika sekarang sudah memiliki mereka sanyangi mereka karna pengabdiannya tiada tara.
✔ Media Pembelajaran, Contoh dan Manfaatnya Untuk Sekolah

✔ Media Pembelajaran, Contoh dan Manfaatnya Untuk Sekolah

 

Kajian teori media pembelajaran, pemahaman, dasar, manfaat, jenis, dan cara memilih media. Sementara ditinjau dari segi menurut Heinich, and friends (1982) dalam Arsyad (2013: 3) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang menyampaikan informasi antara sumber dan penerima. Definisi tersebut menekankan istilah media sebagai perantara.

Media berfungsi untuk menghubungkan informasi dari satu pihak ke pihak lain. Sedangkan dalam dunia pendidikan kata media disebut media pembelajaran. Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar.

Lebih lanjut, Gagne dan Briggs (1975) dalam Arsyad (2013:4) secara eksplisit mengatakan bahwa media pembelajaran mencakup alat-alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi bahan ajar. Dari kedua pengertian tersebut, media merupakan alat yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran.

 Alat ini dapat berupa alat grafik, visual, elektronik dan audio yang digunakan untuk mempermudah informasi yang disampaikan kepada siswa. Berdasarkan definisi atau pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan pesan, ide atau gagasan berupa bahan ajar kepada siswa oleh guru.

Dasar Penggunaan Media

Menurut Piaget dalam Slameto (2010:13) mengatakan bahwa Ada tiga tahap perkembangan mental anak, yaitu:

  1. berpikir secara intuitif + 4 tahun,
  2. beroperasi secara konkrit + 7 tahun,
  3. beroperasi secara mandiri resmi + 11 tahun.

Proses belajar di lingkungan belajar siswa harus disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa. Anak usia sekolah dasar pada umumnya in berada pada tahap perkembangan mental operasional konkret. Karena itu Dalam pembelajaran di sekolah dasar, guru harus menyediakan kondisi belajar nyata.

Media pembelajaran dapat digunakan untuk menciptakan kondisi belajar yang nyata. Dengan menggunakan media pembelajaran, pesan yang abstrak dapat diubah menjadi pesan yang beton. Misalnya, guru menyampaikan pesan tentang teknik membaca scanning, ketika guru hanya menjelaskan maka siswa akan kesulitan memahami teknik membaca scan.

 Tetapi ketika guru menggunakan majalah, buku atau koran sebagai media dan menunjukkan secara langsung bagaimana teknik membaca dan memindai, kemudian siswa dengan mudah menerima pesan yang disampaikan oleh guru.

Selanjutnya, landasan teori penggunaan media dalam proses pembelajaran yaitu Kerucut pengalaman Dale adalah elaborasi rinci dari konsep tiga tingkat pengalaman dikeluarkan oleh Burner. Dalam kerucut dijelaskan bahwa pengalaman secara langsung (konkret) memberikan hasil belajar yang setinggi-tingginya.

Lanjut dengan peniruan, dramatisasi, karyawisata, televisi, pameran gambar langsung, gambar diam, simbol visual dan simbol kata (abstrak) yang memberikan porsi paling sedikit. Meski begitu urutan ini tidak berarti proses pembelajaran dan interaksi belajar-mengajar harus selalu menjadi pengalaman langsung, tetapi dimulai dengan pengalaman yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Manfaat Media Pembelajaran

Disampaikan oleh Daryanto (2013:5) bahwa proses Belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari siswa pengenalan kepada penerima. Dalam proses pembelajaran ada pesan yang ingin kamu sampaikan disampaikan.

Pesan tersebut dapat berupa informasi yang mudah diserap oleh pengguna penerima, tetapi juga dapat berupa informasi yang abstrak atau sulit untuk dipahami diterima. Saat pesan tersampaikan tidak dapat diterima oleh penerima, solusi yang dapat menyampaikan pesan.

Media adalah sarana atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima pesan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman penerima pesan. Sudjana dan Rivai (2013:2) mengatakan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu:

  1. Mengajar akan menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
  2. Makna materi pelajaran akan lebih jelas sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa siswa, dan memungkinkan siswa untuk lebih menguasai tujuan pembelajaran.
  3. Metode pengajaran akan lebih bervariasi, tidak hanya narasi verbal melalui kata-kata guru. Agar siswa tidak bosan, dan guru jangan sampai kehabisan tenaga apalagi saat guru mengajar setiap pelajaran.
  4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, karena tidak hanya mendengarkan deskripsi guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.

Media pembelajaran dapat mempertinggi proses dan hasil pengajaran adalah tentang taraf berfikir siswa. Hal tersebut juga sejalan dengan teori perkembangan mental piaget, yang menambahkan bahwa terdapat tahap perkembangan mental seorang individu. Tahap manusia berfikir mengikuti tahap perkembangan berfikir dari kongkrit menuju abstrak.

 Media pemakaian pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan dan bahkan pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

  1. Fungsi kognitif dapat memperoleh temuan-temuan informasi dari media tersebut.
  2. Fungsi kompensatoris memberikan konteks untuk membantu siswa memahami bahan.

Memilih Media Pembelajaran

Apa Manfaat Memilih Media Pembelajaran?

Media adalah perantara atau penghubung. Media pembelajaran memberikan manfaat dalam pembelajaran di kelas, diantaranya meningkatkan perhatian siswa, motivasi siswa, meningkatkan efektifitas pembelajaran dan penyesuaian dengan tingkat perkembangan siswa.  Selanjutnya pada tingkat yang menyeluruh dan umum media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  1. Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang tersedia, waktu yang tersedia (waktu mengajar dan pembangunan materi dan media), sumber-sumber yang tersedia (manusia dan materi).
  2. Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran.
  3. Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik, dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lainnya.
  4. Pertimbangan lainnya adalah kesenangan (preferensi .) lembaga, guru dan pelajar dan keefektifan biaya.

Lebih lanjut untuk menjelaskan tentang Kriteria dalam pemilihan media, menambahkan beberapa Kriteria pemilihan media yaitu:

  1. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai,
  2. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi,
  3. Praktis, luwes dan bertahan,
  4. Guru terampil menggunakannya,
  5. Pengelompokan sasaran,
  6. Mutu teknis.

Prinsip-Prinsip Pengembangan Media?

Selain itu media pembelajaran yang baik harus memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan media yang sesuai dengan teori-teori belajar. Prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah:

  1. Memotivasi siswa dalam belajar,
  2. Memahami perbedaan individu,
  3. Sesuai dengan tujuan pelajaran,
  4. Isi yang terorganisasi,
  5. Ketersediaan siswa dalam belajar,
  6. Menumbuhkan emosi siswa,
  7. Menumbuhkan partisipasi siswa,
  8. Memberikan Umpan balik, 9) Penguatan,
  9. Latihan dan Latihan,
  10. Penerapan.

Sedangkan media khusus pembelajaran berbasis visual, perlu memperhatikan beberapa aspek. Dalam proses penaatan itu harus memperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan, dan penekanan.

Unsur-unsur visual yang selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah bentuk, garis, ruang, tekstur, dan warna. Pendapat ahli diatas dalam proses pengembangan media berbasis visual, perlu diperhatikan prinsip-prinsip penataan gambarnya, yaitu pengembangannya.

Prinsip pengembangan media visual yang pertama adalah jumlah kesederhanaan, prinsip-prinsip kesederhanaan mengacu pada jumlah elemen-elemen yang terdapat pada gambar visual. Semakin sedikit atau sederhana akan lebih mudah dijangkau oleh siswa.

Prinsip selanjutnya adalah keterpaduan, prinsip keterpaduan mengacu pada hubungan antar aspek dalam gambar visual, apakah elemen-elemen dalam gambar saling terkait. Prinsip selanjutnya adalah penekanan, diperlukan penekanan dalam gambar, untuk menonjolkan salah satu elemen dibandingkan elemen lainnya.

Prinsip selanjutnya adalah keseimbangan, artinya gambar visual harus menempati ruang yang memberikan keseimbangan, meskipun tidak sepenuhnya simetris. Prinsip selanjutnya adalah pemilihan bentuk, pemilihan bentuk berkaitan dengan elemen gambar apa yang terdapat dalam media visual, bentuk yang menarik dapat menggugah minat dari anak.

Prinsip selanjutnya adalah garis, digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur sehingga dapat memperjelas gambar visualisasi media tersebut. Prinsip selanjutnya adalah tekstur, tekstur dalam media visual diartikan sebagai visualisasi media yang menunjukan suatu bentuk yang kasar atau halus.

Prinsip terakhir adalah warna yang digunakan untuk memberikan kesan, penekanan, keterpaduan. Penggunaan warna harus diperhatikan sehingga mampu menambah daya tarik dari visualisasi media tersebut. Demikian penjelasan dari saya tentang media pembelajaran semoga bermanfaat, terima kasih.

Bagikan artikel ini apabila bermanfaat
Psikologi Pendidikan, Contoh dan Tujuannya? Berikut Pembahasan Lengkapnya [ update ]

Psikologi Pendidikan, Contoh dan Tujuannya? Berikut Pembahasan Lengkapnya [ update ]


 Pernahkah Anda mendengar istilah atau kata Psikologi, Kata ini selalu dikaitkan dengan jiwa seseorang. Saat ini ilmu psikologi telah banyak dipelajari, khususnya di perguruan tinggi. Maka pada kesempatan kali ini kami akan memberikan atau membahas secara singkat apa yang dimaksud dengan psikologi pendidikan yang bisa anda baca dibawah ini.

Pengertian dan Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses dan faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Dari batasan di atas, terlihat bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara psikologi pendidikan dan tindakan belajar.

Oleh karena itu, tidak heran jika beberapa ahli psikologi pendidikan mengatakan bahwa bidang studi utama dalam psikologi pendidikan adalah pembelajaran. Dengan kata lain, psikologi pendidikan berfokus pada isu-isu yang berkaitan dengan proses dan faktor-faktor yang berkaitan dengan tindakan belajar.

 Karena konsentrasinya pada masalah belajar, yaitu masalah yang selalu melekat pada mata pelajaran siswa, konsumen utama psikologi pendidikan pada umumnya adalah para pendidik. Mereka memang dituntut untuk menguasai bidang ilmu ini agar dalam menjalankan fungsinya dapat menciptakan kondisi yang memiliki daya dorong yang besar untuk berlangsungnya tindakan belajar yang efektif.

Pengertian Psikologi dan Psikologi Pendidikan

Psikologi yang dalam istilah lama disebut psikologi berasal dari kata bahasa Inggris psikologi. kata psikologi adalah dua akar kata yang berasal dari kata Yunani, yaitu satu psyche yang berarti jiwa dialogos yang berarti pengetahuan. Psikologi lebih dikaitkan dengan kehidupan organisme manusia.

Dalam hubungan ini, psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang berusaha memahami perilaku manusia, alasan dan cara mereka melakukan sesuatu, dan juga untuk memahami bagaimana makhluk ini berpikir dan merasa. Pertama, psikologi adalah studi (pendidikan) tentang roh. Kedua, psikologi adalah ilmu tentang kehidupan mental. Ketiga, psikologi adalah ilmu tentang perilaku organisme.

Chaplin (1972) dalam Dictionary of Psychology mendefinisikan psikologi sebagai ilmu tentang perilaku manusia dan hewan, serta penyelidikan organisme dalam segala variasi dan kompleksitasnya ketika bereaksi terhadap arus dan perubahan lingkungan dan peristiwa sosial yang mengubah lingkungan.

 Psikologi berasal dari kata Yunani psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti pengetahuan. Jadi secara etimologis (menurut arti kata) psikologi berarti ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai berbagai gejala, proses maupun latar belakangnya, atau disebut psikologi.

Berbicara tentang jiwa, pertama-tama kita harus bisa membedakan antara hidup dan jiwa. Hidup adalah kekuatan jasmani yang bergantung pada kehidupan jasmani dan menimbulkan perbuatan jasmani, yaitu perbuatan yang disebabkan oleh proses belajar Misalnya : insting, reflek, nafsu dan sebagainya.

Jika tubuh mati, maka jiwa mati. Sedangkan jiwa adalah kekuatan hidup spiritual yang bersifat abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur segala tindakan pribadi (perilaku pribadi) hewan dan manusia yang lebih tinggi. Kebutuhan pribadi adalah tindakan sebagai hasil dari proses belajar yang dimungkinkan oleh kondisi fisik, spiritual, sosial dan lingkungan.

Proses belajar adalah proses untuk meningkatkan kepribadian (kepribadian) dengan berusaha mendapatkan pemahaman baru, nilai-nilai baru, dan keterampilan baru, sehingga ia dapat berbuat lebih berhasil, dalam menghadapi kontradiksi dalam kehidupan. Jadi jiwa mengandung pengertian, nilai budaya dan keterampilan.

Pengertian psikologi di atas menunjukkan berbagai pendapat para psikolog. Perbedaan tersebut bermula dari perbedaan titik tolak para ahli dalam mengkaji dan membahas kehidupan jiwa yang kompleks ini.

 Dan dari pengertian tersebut setidaknya dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari segala perilaku dan tindakan individu, dimana individu tersebut tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya.

Dalam memelihara dan memberikan akhlak dan kecerdasan akal. Selanjutnya pendidikan menurut KBBI adalah proses mengubah sikap dan perilaku seseorang atau kelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Psikologi Pendidikan adalah disiplin ilmu psikologi yang menyelidiki masalah-masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan.

Sedangkan menurut ensiklopedia amerika, pengertian psikologi pendidikan adalah ilmu yang lebih berprinsip dalam pengajaran yang terlibat dengan penemuan – penemuan dan menerapkan prinsip – prinsip dan cara untuk meningkatkan efisien di dalam pendidikan.

Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui pengertian dari psikologi dan pengertian itu sendiri.Sepanjang atau selagi kita masih berpendapat bahwa psikologi adalah suatu ilmu yang berusaha membahas semua aspek kepribadian.

Dengan melihat kegunaannya dalam praktik, baik secara individual maupun dalam hubungannya dengan manusia lain atau lingkungannya, mungkin kita akan mengatakan bahwa psikologi pendidikan itu sebenarnya sudah termasuk dalam psikologi, dan tidak perlu dipersoalkan atau dipisahkan menjadi sesuatu disiplin ilmu tersendiri.

Pendidikan dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah cabang dari psikologi dalam psikologi psikologi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun mental, yang sangat erat dengan masalah pendidikan terutama yang mempengaruhi proses dan keberhasilan belajar.

  1. Objek Kajian Psikologi dan Psikologi Pendidikan
  2. Objek Kajian Psikologi

Objek Psikologi dibagi menjadi 2, yaitu :

Objek Material adalah sesuatu yang dibahas, dipelajari atau dicari, atau suatu hal yang tidak pasti yang ditentukan atau sesuatu yang dijadikan sasaran pemikiran, objek materi mencakup apa saja, baik hal-hal konkret (kerohanian, nilai-nilai, ide-ide).

Objeknya yaitu manusia. cara gerak gerik seseorang bagaimana ia melihat sesuatu dan melihat dari matanya. Dalam makalah ini tidak akan membicarakan psikologi yang membicarakan hewan atau psikologi hewan, melainkan membicarakan tentang psikologi yang berobyekkan manusia.

1) Psikologi Umum

Apa itu Psikologi Umum?

Psikologi umum adalah psikologi yang mempelajari dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas psikis manusia pada umumnya yang dewasa, yang normal, dan yang beradab (berkultur).

2) Psikologi Khusus

Psikologi yang mempelajari dan segi khusus dari aktivitas-aktivitas psikis manusia. Hal-hal yang khusus yang menyimpang dari hal-hal yang umum disebarluaskan dalam psikologi khusus.

Objek Kajian Psikologi Pendidikan

Objek kajian psikologi tanpa masalah psikologi guru terletak pada peserta didik. Karena hakikat pendidikan adalah pelayanan khusus bagi peserta didik. Menurut Glover dan Ronning bahwa objek kajian psikologi mencakup topik-topik tentang pertumbuhan dan perkembangan peserta didik, hereditas dan lingkungan, perbedaan individu peserta didik, potensi dan karakteristik perilaku peserta didik, pengukuran.

Sedangkan menurut Syaodih Sukma dinata dalam Syaiful Sagala mengatakan bahwa kajian psikologi pendidikan adalah interaksi antara pendidik dengan peserta didik untuk meningkatkan kemampuan peserta didik, dengan dukungan sarana dan fasilitas tertentu yang berlangsung dalam lingkungan tertentu.

Pengetahuan tentang psikologis peserta didik menjadi hal yang sangat penting dalam pendidikan. Karena itu, pengetahuan tentang psikologi pendidikan seharusnya menjadi kebutuhan bagi para guru, bahkan bagi setiap orang yang menyadari dirinya sebagai pendidik.

Apa Saja Batasan Objek Kajian Psikologi?

Secara garis besar banyak membatasi objek kajian psikologi pendidikan menjadi tiga macam:

  1. Mengenai belajar, ​​yang meliputi teori-teori, prinsip-prinsip, dan ciri-ciri khas perilaku belajar peserta didik, dan sebagainya.
  2. Mengenai proses belajar, ​​yakni tahapan perbuatan dan peristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar peserta didik;
  3. Mengenai situasi belajar, ​​yakni suasana dan keadaan lingkungan, baik bersifat fisik maupun nonfisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar peserta didik.

Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Jika kita bertanya mengenai (scope) psikologi pendidikan, maksudnya bertanya tentang apa saja yang dibicarakan oleh psikologi pendidikan, maka berdasarkan berbagai buku psikologi pendidikan akan diperoleh jawaban yang beda.

Sebagian buku menunjukkan lingkup yang luas, sedangkan buku yang lain menunjukkan lingkup yang lebih sempit atau terbatas. Buku yang lingkupnya lebih luas biasanya membahas tentang perkembangan, hereditas dan lingkungan, kesehatan mental, evaluasi belajar dan sebagainya.

Sedangkan buku yang lingkupnya lebih sempit biasanya berkisar pada proses belajar mengajar saja. Perbedaan ini sangat dipengaruhi oleh penulis dalam menulis buku itu. Ada yang bermaksud hanya memberikan pengantar saja, sehingga pembahasannya cukup luas, tetapi akan kurang mendalam.

Sebaliknya ada yang lingkup pembahasannya tidak luas, yaitu mencakup pada proses belajar, tetapi pembahasannya cukup mendalam. Walaupun demikian, pada psikologi pendidikan membahas hal-hal sebagai berikut:

  1. Hereditas dan Lingkungan
  2. pertumbuhan dan Perkembangan
  3. Potensi dan Karakteristik Tingkah laku
  4. Higiene Mental dan Pendidikan dan
  5. Evaluasi Hasil Pendidikan

Selain itu perlu diketahui bahwa banyak buku psikologi pendidikan yang tidak member judul buku dengan kata-kata psikologi pendidikan, padahal buku itu benar-benar buku psikologi pendidikan, dalam arti buku psikologi pendidikan, serta mendalami pokok-pokok bahasa tertentu dari psikologi pendidikan.

Kesimpulan

Objek kajian psikologi tanpa masalah psikologi guru terletak pada peserta didik. Karena hakikat pendidikan adalah pelayanan khusus bagi peserta didik. Secara garis besar banyak membatasi objek kajian psikologi pendidikan menjadi tiga macam. Demikian penjelasan dari saya tentang Psikologi Pendidikan semoga bermanfaat, terima kasih.

Bagikan artikel ini apabila bermanfaat
Contoh dan Syarat Untuk Menjadi Sekolah Penggerak, Dibahas Lengkap!

Contoh dan Syarat Untuk Menjadi Sekolah Penggerak, Dibahas Lengkap!

 


Sekolah Penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter) yang diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). Kepala sekolah dan guru dari Sekolah Penggerak melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain.

Program Sekolah Penggerak adalah program untuk meningkatkan kualitas belajar siswa yang terdiri dari 5 jenis intervensi untuk mengakselerasi sekolah bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam kurun waktu 3 tahun ajaran.

Banyak keuntungan yang akan didapat bagi sekolah yang melaksanakan Program Sekolah Penggerak, yaitu:

1.Peningkatan mutu hasil belajar dalam kurun waktu 3 tahun

2.Peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru

3.Percepatan digitalisasi sekolah

4.Kesempatan menjadi katalis perubahan bagi satuan pendidikan lain

5.Percepatan pencapaian Profil Pelajar Pancasila

6.Mendapatkan pendampingan intensif

7.Memperoleh tambahan anggaran untuk pembelian buku bagi pembelajaran dengan paradigma baru

 

Sekolah Penggerak adalah bagian dari ekosistem pendidikan, di jangka panjang semua sekolah akan menjadi Sekolah Penggerak. Untuk Tahun Ajaran 2021-2022, ditargetkan menjangkau 2.500 satuan pendidikan (316 PAUD, 1.089 SD, 546 SMP, 374 SMA, 175 SLB) di 34 Provinsi, 111 Kabupaten/Kota.

Kemendikbud akan membuka pendaftaran untuk kepala sekolah di Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah terpilih untuk menyelenggarakan program Sekolah Penggerak. Kepala sekolah yang mendaftar akan diseleksi untuk kemudian ditetapkan oleh tim panel.

Bagi kepala sekolah di daerah penyelenggara Program Sekolah Penggerak 2021, diharapkan untuk segera mendaftar sebelum 6 Maret 2021 di:  https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/pendaftaran-sekolah-penggerak

Info lebih lanjut tentang Program Sekolah Penggerak dapat disimak di laman: sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/programsekolahpenggerak

Pengertian, Contoh dan Syarat Untuk Menjadi Sekolah Penggerak, Dibahas Lengkap!


Program sekolah motivasi atau Sekolah Penggerak diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Bagi Nadiem, Sekolah Mengemudi akan menjadi cara akselerasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sesuai dengan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui penciptaan peserta didik Pancasila.

Program Sekolah Penggerak

Program sekolah mengemudi berfokus pada pengembangan holistik hasil belajar siswa yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, dimulai dengan sumber daya manusia yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Kepala sekolah dan guru dianggap sebagai motor penggerak dalam menumbuhkan kompetensi dan karakter yang dapat dikembangkan. Nadiem juga mengingatkan bahwa ekosistem sekolah yang baik bukan untuk menumbuhkan kompetensi, tetapi untuk menumbuhkan kolaborasi.

Kolaborasi adalah kuncinya Kolaborasi ini dapat menumbuhkan ekosistem sekolah yang sehat dalam hal pengetahuan, inovasi dapat ditumbuhkan bersama. Kolaborasi seluruh elemen warga sekolah sangat diperlukan, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua.

Di dalam kelas, pengetahuan harus dipahami tidak lagi hanya pada guru tetapi juga pada semua siswa. Di sinilah kolaborasi antara guru dan siswa masuk. Kolaborasi juga dapat memperkaya sumber belajar antara guru dan siswa.

Apalagi di era digital, siswa berlari begitu cepat dengan penyerapan ilmu dari mana saja; youtube, line, twitter, atau tik-tok. Kolaborasi tercipta dari siswa yang memiliki pemahaman dalam memahami media sosial (dalam arti digunakan untuk kegiatan belajar atau mengajar) saling menciptakan pengetahuan dengan berbagi pengalaman belajar yang mungkin dapat menghindari pelajaran yang sama saja, membosankan dan tampak seperti buku teks.

Selain itu, perlu juga memutus hierarki kekuasaan antara kepala sekolah dan guru. Hubungan kekuasaan yang tidak seimbang antara kepala sekolah dan guru menyebabkan sekolah mandek dalam menciptakan ekosistem sekolah yang baik.

Perlu adanya hubungan yang setara antara kepala sekolah dan guru dalam menciptakan program sekolah yang mendukung pembelajaran yang berpartisipasi aktif dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang mandiri dan relevan.

Nilai Kolaborasi

Kami menyadari bahwa kolaborasi akan mempercepat penyebaran pengetahuan yang menarik, yang dapat dipelajari oleh siapa saja yang menjadi mitra belajar. Kolaborasi memiliki semangat dalam membina belajar tentang apa saja.

Ada juga kebutuhan untuk kolaborasi antara guru muda dan senior. Untuk menghindari kesenjangan pengetahuan, bagaimana menggunakan perangkat pembelajaran berbasis teknologi, misalnya. Di tingkat mahasiswa, kerjasama dapat dibina dalam kelompok belajar. Dalam kelompok belajar ini kemampuan siswa untuk berbagi pengetahuan.

Guru harus menekankan nilai yang ditumbuhkan tidak hanya untuk mendapatkan nilai pelajaran, tetapi bagaimana ruang belajar dalam kelompok belajar ini digunakan untuk secara aktif menumbuhkan nilai berbagi pengetahuan dan menumbuhkan sikap berpikir kritis. Kolaborasi memang bisa ditumbuhkan pada level kompetisi. Biasanya kerjasama antar siswa terjadi pada tingkat kompetisi.

Misalnya, mahasiswa mengikuti kompetisi penelitian ilmiah. Kompetisi ini harus dipahami bukan untuk menentukan menang dan kalah, tetapi sebagai wahana di mana siswa belajar berorganisasi; memahami dan menghargai pendapat teman sebaya, belajar memecahkan masalah dengan pemikiran inovatif, mendewasakan ide bersama juri dan mentor.

Dalam hal ini, kompetisi dipahami sebagai pembinaan nilai-nilai kolaborasi, yaitu bagaimana membentuk ekosistem belajar yang baik antar siswa. Dalam hal ini penanaman nilai-nilai tersebut dapat dimulai dari kelompok belajar sehari-hari dalam mata pelajaran apapun.

Karakter yang ditumbuhkan dari nilai-nilai berbagi ilmu dalam diskusi, pemecahan masalah hingga menghasilkan pemikiran kritis. Jika nilai-nilai tersebut telah tumbuh di lingkungan sekolah, maka secara otomatis sekolah akan menjadi motor penggerak ekosistem sekolah yang cakap, inovatif, dan tentunya demokratis.

Apa itu Sekolah Motivasi Penggerak?

Sekolah Motivator adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Siswa Pancasila yang meliputi kompetensi dan karakter dimulai dari SDM atasan (kepala sekolah dan guru).

Program Sekolah Penggerak

Program sekolah mengemudi(penggerak) merupakan program peningkatan kualitas belajar siswa yang terdiri dari 5 jenis intervensi untuk mempercepat sekolah keliling menjadi 1-2 tahap lebih lanjut dalam kurun waktu 3 tahun akademik.

Persyaratan Untuk Mendaftar Sebagai Sekolah Mengemudi Kemendikbud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengungkapkan sejumlah syarat yang harus dilalui sekolah untuk mengikuti program Sekolah Motivasi. Program tersebut hanya dapat diikuti oleh 2.500 sekolah di 111 kabupaten atau kota pada tahun ini.

Sekolah yang lolos seleksi akan diberikan bantuan anggaran khusus untuk meningkatkan kualitasnya selama 3 tahun. Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Jumeri mengatakan ada dua syarat utama yang perlu dipenuhi sekolah untuk mengikuti program tersebut.

Ia menjelaskan pemilihan kabupaten atau kota yang bisa mengikuti Sekolah Penggerak akan ditetapkan berdasarkan komitmen daerah tersebut dalam kinerja bidang pendidikan dan komitmennya ke depan. Selama program berlangsung, ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan mengganti kepala sekolah di sekolah yang bersangkutan untuk memastikan pelatihan berjalan optimal.

Kurikulum Khusus

Diantaranya meliputi peningkatan sumber daya manusia, pembentukan paradigma belajar yang baru, perencanaan berbasis data, digitalisasi sekolah dan pendampingan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

Penerapan terbatas, kata dia, untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan dari kurikulum itu. Menurutnya, juga akan ada metode dan pendekatan belajar lain yang akan diterapkan secara terbatas di Sekolah Penggerak.

Untuk diketahui, Sekolah Penggerak merupakan salah satu bagian dari program rentetan ‘Penggerak’ yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim. Pelbagai program ini memberikan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan capaian belajar.

Persyaratan Untuk Mendaftar?

Persyaratan Kepala Sekolah Yang Ingin Mendaftar sebagai Peserta Sekolah Motivasi

  1. Memiliki sisa masa jabatan sebagai kepala sekolah sekurang-kurangnya 1 (satu) kali masa jabatan.
  2. Terdaftar dalam data dasar pendidikan (Dapodik).
  3. Membuat surat pernyataan yang menerangkan bahwa kepala sekolah yang bersangkutan sebenarnya sedang bertugas di sekolah dengan sisa masa jabatan sebagai kepala sekolah, dari yayasan atau badan perkumpulan sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat.
  4. Melampirkan surat keterangan sehat jasmani, rohani, dan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif jika dinyatakan lulus dalam pengumuman seleksi tahap kedua.

Nanti Kemendikbud akan menyeleksi mereka dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Memiliki tujuan atau misi yang ingin dicapai.
  2. Memiliki kompetensi kepemimpinan pembelajaran.
  3. Memiliki kemampuan pendampingan (coaching) atau pendampingan.
  4. Memiliki kemampuan untuk membangun kerjasama.
  5. Berorientasi untuk belajar.
  6. Memiliki kedewasaan etis.

Program Sekolah Motivasi akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Pada tahun ajaran 2021 dan 2022, program ini akan melibatkan 2.500 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 110 kabupaten atau kota, untuk tahun ajaran 2022 atau 2023 melibatkan 10.000 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 250 kabupaten atau kota.

Untuk tahun ajaran 2023 atau 2024 bertambah menjadi 20.000 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 514 kabupaten atau kota; dan akan berlanjut hingga 100 persen satuan pendidikan menjadi Sekolah Mengemudi.

Pendaftaran Program Sekolah Motivasi akan dimulai dengan pendaftaran kepala sekolah untuk semua jenjang, mulai dari PAUD (5-6 tahun), SD, SMP, SMA, SLB. Bagi kepala sekolah yang ingin mengikuti program ini, bisa segera mendaftar sebelum tanggal 6 Maret 2021 di website Sekolah Motivasi disini. Demikian penjelasan dari saya tentang sekolah penggerak semoga bermanfaat, terima kasih.

Ini Persyaratan dari Pemerintah!: langkah dan Prosedur COVID-19 Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Ini Persyaratan dari Pemerintah!: langkah dan Prosedur COVID-19 Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah


Pembelajaran tatap muka (PTM) akan mulai dibuka pada Juli 2021 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim.

Namun untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, para pengajar dan peserta didik harus sudah melakukan vaksinasi Covid-19. Dengan begitu, aktivitas pembelajaran dapat berjalan lebih maksimal.

Akan tetapi, pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan oleh sekolah di seluruh Indonesia harus dilakukan dengan sistem rotasi, yaitu 50 persen siswa yang masuk dan sisanya belajar melalui online.

Selain itu, dalam melaksanakan belajar tatap muka juga harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat meskipun pengajar dan peserta didik sudah di vaksin.


Berikut langkah-langkah dan prosedur pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan (Sekolah) yang ditetapkan pemerintah dan masih berdasarkan SKB 4 Menteri tahun 2020 adalah :

1. Tersedia sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih yang layak, 

2. Tersedia sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer

3. Tersedia Disinfektan

4. Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan

5. Kesiapan menerapkan wajib masker

6. Memiliki thermogun

7. Memiliki pemetaan warga satuan pendidika

8. Memiliki comorbid yang terkontrol

9. Memiliki akses transportasi yang aman

10. Memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri

11. Mendapatkan persetujuan komite sekolah/perwakilan orang tua/wali

12. Jaga jarak minimal 1,5 meter

13. Kapasitas maksimal sekitar 50% dari rata-rata kelas. Untuk PAUD 5 orang (dari standar 15 peserta didik), SD-SMP 18 orang (dari standar 36 peserta didik), Sekolah Luar Biasa 5 orang (dari standar 8 peserta didik)

14. Melakukan sistem bergiliran

15. Menggunakan masker kain 3 lapis atau masker sekali pakai/masker bedah

16. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau gunakan hand sanitizer

17. Menjaga jarak 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik

18. Menerapkan etika batuk/bersin

19. Kondisi medis warga satuan pendidikan harus sehat dan jika mengidap comorbid, harus dalam kondisi terkontrol

20. Tidak memiliki gejala Covid-19, termasuk pada orang yang serumah dengan warga sekolah

21. Kantin sekolah diperbolehkan beroperasi dengan protokol kesehatan untuk daerah yang menerapkan aturan kenormalan baru, sedangkan untuk masa transisi tidak diperbolehkan

22. Kegiatan olahraga pada daerah yang dalam masa transisi tidak diperbolehkan, sedangkan pada daerah yang menghadapi kenormalan baru diperbolehkan kecuali kegiatan yang menggunakan peralatan bersama dan tidak memungkinkan menerapkan jaga jarak

23. Untuk daerah pada masa transisi, tidak diperbolehkan melakukan kegiatan lain selain belajar mengajar, contohnya orang tua menunggu siswa di sekolah, istirahat di luar kelas, pertemuan orangtua murid, dan lainnya.

 

Syarat melaksanakan pembelajaran tatap muka


Untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka, Pemerintah menerapkan beberapa persyaratan untuk institusi pendidikan dan juga peserta didik. Berikut di antaranya:

1. Pengajar dan peserta didik melakukan vaksinasi

Guna meminimalisir penyebaran virus Covid-19, Pemerintah menerapkan aktivitas belajar mengajar dilakukan secara daring atau online. Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan oleh seluruh institusi pendidikan sejak pertengahan tahun 2020.

Sayangnya, dalam prosesnya terdapat banyak hambatan yang membuat kegiatan pembelajaran online tidak berjalan dengan maksimal, salah satunya tidak memiliki cukup uang untuk membeli laptop maupun kuota internet.

Namun, kini masyarakat dapat lebih bernafas lega karena Pemerintah mengumumkan akan mengizinkan sekolah melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan tatap muka tapi dengan syarat seluruh staf pengajar dan siswa harus melakukan vaksinasi.

Vaksin sudah mulai berjalan sejak pertengahan bulan Februari dan diharapkan pada Juni 2021 seluruh tenaga pendidik dan siswa sudah mendapatkan vaksin sehingga pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan pada Juli 2021.

2. Menerapkan protokol kesehatan

Meski pengajar dan peserta didik sudah di vaksinasi, namun dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan 5M dan bukan lagi 3M.

Gerakan 5M Covid-19 merupakan pelengkap dari aksi 3M, yaitu:

  • Memakai masker,
  • Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir,
  • Menjaga jarak,
  • Menjauhi kerumunan,
  • Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Selain itu, Pemerintah juga diharuskan untuk melaksanakan akasi 3T (testing, tracingtreatment) yakni dengan melakukan pengujian, pelacakan dan tindakan pengobatan kepada masyarakat yang terpapar virus Covid-19.

3. Melaksanakan sistem rotasi

Pemerintah juga mengharuskan institusi pendidikan untuk melakukan sistem rotasi dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka yaitu dengan membagi 50 persen siswa yang belajar di sekolah dan 50 persennya lagi belajar di rumah secara online.

Sistem rotasi tersebut dapat dilakukan oleh pihak sekolah setiap satu minggu sekali. Jadi, setiap siswa berkesempatan untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar di sekolah.

Tetap tujuannya yaitu untuk menekan penyebaran virus Covid-19 dengan melaksanakan aksi menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

 4. Mendapatkan izin dari Satgas (Satuan Tugas)

Tak hanya vaksinasi dan menerapkan aksi 5M, sekolah yang ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka juga harus mendapatkan izin dari Satuan Tugas Covid-19 yaitu berdasarkan dengan persetujuan orangtua dan murid.

Pihak satuan pendidikan akan diminta untuk memberikan formulir pernyataan kesehatan dan kesediaan melaksanakan PTM dari tenaga didik, siswa dan orangtua siswa.

Selain itu aktivitas belajar mengajar juga harus dilakukan perubahan, seperti jam pelajaran yang dikurangi, melaksanakan sistem rotasi, orangtua akan diminta untuk mengantar-jemput anaknya ke sekolah serta membawa bekal makanan dan minuman dari rumah.

Jika proses tersebut sudah disepakati, pembelajaran tatap muka baru dapat dilaksanakan oleh satuan pendidikan.

5. Menerapkan SKB (Surat Keputusan Bersama)

Dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka, Nadiem Makarim juga mengharuskan sekolah untuk menerapkan SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 Menteri Tentang Sekolah Tatap Muka 2021.

SKB 4 menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Pada SKB tersebut terdapat tiga poin penting yaitu mendapat persetujuan dari pemerintah daerah, pihak sekolah dan komite sekolah yang merupakan perwakilan dari orangtua murid.

Jika komite sekolah tidak menyetujui PTM, maka sekolah tidak diperkenankan untuk dibuka. Meski sekolah sudah dibuka, tapi pihak sekolah tidak bisa memaksa anak untuk pergi ke sekolah.

Selama melaksanakan kegiatan di sekolah, siswa wajib menggunakan masker, mencuci tangan hingga menjauhi kerumunan.

Oleh karena itu, kegiatan ekstrakurikuler harus ditiadakan dan kantin sekolah juga wajib ditutup. Siswa juga diharuskan untuk segera pulang ke rumah jika sudah selesai belajar.

Hal yang harus dilakukan sekolah


Dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka, kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan keluarga adalah prioritas utama.

Selain itu, tumbuh kembang murid dan psikososial juga turut menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, ada beberapa poin yang harus dilaksanakan sekolah untuk menjalankan PTM pada Juli 2021 mendatang. Yaitu:

  • Menyediakan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet yang terjaga kebersihan dan layak, tersedia tempat mencuci tangan lengkap dengan sabun di air mengalir, hand sanitizer dan rutin menyemprotkan disinfektan.
  • Dapat mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Kesiapan menerapkan wajib masker.
  • Memiliki thermogun.
  • Memastikan seluruh tenaga didik dan peserta didik menggunakan transportasi yang aman.
  • Pihak sekolah harus mengetahui riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 atau riwayat kontak dengan orang yang terpapar Covid-19 dari siswa dan pengajar.
  • Mendapat persetujuan dari komite sekolah atau perwakilan orangtua atau wali.

 Setiap satuan pendidikan yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka diwajibkan untuk menerapkan poin-poin tersebut untuk memastikan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan nyaman.